Cinta Kepada Allah

Setiap anak dilahirkan dalam kondisi suci atau fitrah. Bpak-ibunyalah yan akan menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi. ( HR. Al-Bukhari dan Muslim ).

Cinta kepada Allah merupakan fitrah manusia yang telah diberikan kepada hamba-Nya. Dengan fitrahnya, ia akan mencari siapa Tuhannya, dan otomatis ia akan mencintainya. Rasulullah Bersabda :
" Setiap anak dilahirkan dalam kondisi suci atau fitra. Bapak-ibunyalah yang akan Yahudi, Nasrani atau Majusi." ( HR. Al-Bukhari dan Muslim ).

Di antara puncak cinta kepada Allah tidak kuasa melihat manusia bermaksiat dalam hak Allah. Mereka ingin semua manusia mencintai Allah, karena ia tau cinta kepada Allah sangatlah indah. Semakin hari cintanya semain bertambah kepada Allah.

Ketika cintanya semakin bertambah maka ia akan semakin berusaha unuk menyenagkan Allah. Layaknya " Sang Pecinta" rela pergi menemui kekasihnya, menantinya ber jam-jam, dan siap menerima hukuman asal asal sang kekasih suka padanya. Karena cinta, ia mau berdagang, memeras tenaga, mempelajari dan menghafal Al-Qur'an, dan lain-lain.
orang yang mencapai tingkatan asy-syaghaf dalam cintanya kepada Allah maka di dunia ini ia hanya memiliki tujuan mencari keridhaan Allah. Ia hidup hanya untuk menyenagkan Allah, mengerjakan perintah Allah dan melakukan semua yang Dia cintai.

Adapun manusia terbagi menjadi dua golongan dalam kecintaanya kepada Allah,  yaitu khusus dan umum. Golongan umum adalah mereka yang mendapatkan cinta kepada Allah dengan pengetahuan mereka tentang banyaknya kebaikan dan kenikmatan yang diberikan kepadanya. Sedikit dan banyaknya kecintaan mereka tergantung pada banyak dan sedikitnya nikmat dan kebaikan tersebut.

Adapun golongan khusus adalah mereka yang mendapatkan kecintaan itu dengan mengetahui akan kemampuan dan ilmu, hikmah dan kesendirian Allah dalam merajai sesuatu. Ketika mereka mengetahui sifat-Nya yang sempurnya dan nama-Nya yang baik, tidak ada yang menghalangi mereka untuk mencintai-nya. Karena, menurut mereka cinta itu adalah sesuatu yang wajib. Mereka inilah orang-orang yang berhak menyandang gelar ahli mahabbah walaupun semua nikmat lepas darinya.
Previous Post
Next Post